https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/issue/feedJurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)2026-02-02T13:50:33+07:00Vivi Apriyanti, S.T., M.T.jutmi@stiteknas.ac.idOpen Journal Systems<p><a title="Jurnal Teknik Mesin Dan Industri" href="http://jurnal.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/management/settings/context"><strong>Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)</strong></a> adalah jurnal nasional yang mempublikasikan artikel ilmiah berupa hasil penelitian atau hasil kajian dalam bidang yang berhubungan dengan teknik mesin, teknik industri, sains dan teknologi. JuTMI diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Stiteknas) Jambi setiap dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.</p>https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/85Pemodelan Time Series Harga Lump Karet di Provinsi Jambi Menggunakan ARIMA2026-01-20T10:09:44+07:00novrianti novriantinovrianti@stiteknas.ac.idAfifah Rizkaafifahrizka@stiteknas.ac.id<p>Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Jambi yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah. Salah satu produk karet yang diperdagangkan adalah <em>lump </em>karet, dimana pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar dan menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi. Pada periode 2023–2025, harga <em>lump</em> karet mengalami kecenderungan meningkat disertai volatilitas yang semakin besar, sehingga diperlukan suatu metode peramalan yang mampu menangkap pola historis data secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meramalkan harga <em>lump</em> karet menggunakan pendekatan <em>time series</em> dengan metode <em>Autoregressive Integrated Moving Average</em> (ARIMA). Data yang digunakan merupakan data harga lump karet Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) dengan Kadar Karet Kering (KKK) 56 – 60 persen selama 149 minggu dari Januari 2023 hingga November 2025. Tahapan analisis meliputi identifikasi pola data, transformasi <em>Box – Cox</em> untuk menstabilkan varians, uji stasioneritas menggunakan <em>Augmented Dickey–Fuller</em>, identifikasi model melalui ACF dan PACF, serta evaluasi model berdasarkan signifikansi parameter dan diagnostik residual. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMA(1,1,1) merupakan model terbaik dan digunakan untuk melakukan peramalan harga lump karet selama 16 periode ke depan. Hasil peramalan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dan pengambil kebijakan dalam pengelolaan risiko dan perencanaan sektor perkebunan karet.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/86Analisis Net Plant Heat Rate Menggunakan Direct Method Terhadap Efisiensi Kinerja Unit 1 PLTU Sumsel-5 Bayung Lencir 2026-01-22T10:10:25+07:00Tommy Andreastommyandreas7@gmail.comVivi Apriyantiviviapriyanti@stiteknas.ac.id<p>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih menjadi tulang punggung penyediaan energi listrik di Indonesia, sehingga evaluasi kinerja operasionalnya menjadi aspek penting untuk menjamin efisiensi dan keandalan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Unit 1 PLTU Sumsel-5 Bayung Lencir berdasarkan nilai Net Plant Heat Rate (NPHR) dan efisiensi termal menggunakan metode direct. Metode ini menghitung kinerja pembangkit berdasarkan perbandingan antara energi panas dari bahan bakar dengan energi listrik bersih yang dihasilkan. Data yang digunakan merupakan data operasional aktual selama periode pengamatan, meliputi konsumsi bahan bakar, nilai kalor, daya listrik bruto dan netto, serta beban pembangkit. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai NPHR berada pada rentang 2612,969–2778,564 kcal/kWh dengan efisiensi termal berkisar antara 30,94% hingga 32,90%. Nilai efisiensi tertinggi diperoleh pada beban 159 MW, sedangkan efisiensi terendah terjadi pada beban 119 MW. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan beban operasi berbanding lurus dengan peningkatan efisiensi pembangkit. Secara keseluruhan, nilai efisiensi yang diperoleh masih berada dalam kisaran normal untuk PLTU subkritis dan menunjukkan bahwa kinerja Unit 1 PLTU Sumsel-5 berada dalam kondisi operasional yang baik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam evaluasi dan peningkatan efisiensi operasional pembangkit listrik tenaga uap.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/78Perancangan Dan Uji Kinerja Mesin Pemipil Jagung Tipe Rotary Spiral Berkapasitas 100 Kg/Jam2026-01-22T09:47:04+07:00Sufiyantosufiyanto505@gmail.com<p>Pemipilan jagung pada tingkat petani masih didominasi oleh metode manual sehingga menyebabkan produktivitas yang rendah dan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi kinerja mesin pemipil jagung tipe <em>rotary spiral</em> dengan kapasitas target 100 kg/jam yang efisien dan sesuai untuk usaha skala kecil dan menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa perancangan yang meliputi tahap observasi, perhitungan desain, pemodelan CAD, fabrikasi prototipe, dan pengujian kinerja. Parameter perancangan ditentukan berdasarkan karakteristik fisik jagung, gaya pemipilan, serta kebutuhan putaran poros dan daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan daya total mesin sebesar 219,3 W dengan motor listrik yang direkomendasikan sebesar 0,37 kW (½ HP). Hasil pengujian kinerja menunjukkan bahwa kapasitas mesin berada pada rentang 105,23–111,72 kg/jam dengan kapasitas rata-rata sebesar 108,25 kg/jam dan efisiensi pemipilan sekitar 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin yang dirancang mampu memenuhi dan melampaui kapasitas desain dengan kinerja yang stabil.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/80Evaluasi Kinerja Boiler Melalui Analisis Losses Guna Optimalisasi Operasional di Pabrik Kelapa Sawit2026-01-22T09:47:47+07:00Imam Bayhaqiimambaihaqi67@gmail.com<p>Penelitian ini mengevaluasi kinerja termal boiler di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) melalui observasi lapangan selama tujuh hari. Masalah utama yang diidentifikasi adalah konsumsi bahan bakar yang boros dan fluktuasi tekanan uap. Metodologi yang digunakan meliputi <em>Direct Method</em> untuk menghitung efisiensi riil dan <em>Indirect Method</em> untuk memetakan enam faktor kehilangan panas (<em>heat</em> <em>losses</em>). Hasil perhitungan menunjukkan efisiensi rata-rata boiler hanya mencapai 46,28%, jauh di bawah standar ideal. Berdasarkan Metode Tidak Langsung, penyebab utama inefisiensi adalah kerugian gas buang kering (L<sub>1</sub>) sebesar 16,99%, pembakaran tidak sempurna (L<sub>5</sub>) sebesar 15%, serta tingginya kadar air bahan bakar (L<sub>3</sub>) sebesar 8,99%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa degradasi performa disebabkan oleh perpindahan panas yang tidak optimal dan kualitas biomassa yang rendah. Langkah strategis yang diusulkan adalah penguatan manajemen pengeringan bahan bakar dan optimalisasi jadwal soot blowing untuk meningkatkan efisiensi operasional.</p> <p>Kata kunci: Boiler, Efisiensi Termal, <em>Heat Losses</em>.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/84Analisis Beban Kerja Mental Operator Produksi Menggunakan Pendekatan Ergonomi Kognitif di Pabrik Kelapa Sawit PT. X2026-01-20T09:59:09+07:00Diana Chandra Dewidianachandradewi.dc@gmail.comErna Rahayuernarahayu@stiteknas.ac.id<p>Ergonomi kognitif berperan penting dalam sistem kerja industri yang memiliki kompleksitas tinggi, termasuk industri pengolahan kelapa sawit. Operator produksi di pabrik kelapa sawit dituntut untuk melakukan pengambilan keputusan cepat, pemantauan berkelanjutan, serta interaksi intensif dengan mesin, yang berpotensi menimbulkan beban kerja mental berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja mental operator produksi di pabrik kelapa sawit PT. X menggunakan metode NASA <em>Task Load Index</em> (NASA-TLX) sebagai pendekatan ergonomi kognitif. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner NASA-TLX terhadap 30 operator produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata beban kerja mental berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan dimensi tuntutan mental dan tuntutan waktu sebagai kontributor terbesar. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan desain sistem kerja dan antarmuka operator untuk menurunkan beban kognitif dan meningkatkan kinerja serta keselamatan kerja.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/82Analisis Bahaya dan Risiko di Departemen QHSE PetroChina Jabung Ltd. Menggunakan Metode EAIA-HIRADC2026-01-25T19:51:18+07:00Nurul Putri Shafiranurulputrishafira@gmail.comSela Handayanisela.handayani25@gmail.comDaumi Rahmatikadaumirahmatika2907@gmail.comAfrizalnurulputrishafira@gmail.comHotmartua Sitompulnurulputrishafira@gmail.com<p>Industri minyak dan gas bumi memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap keselamatan kerja dan lingkungan sehingga memerlukan sistem manajemen risiko yang terintegrasi dan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, studi dokumen, serta analisis formulir EAIA-HIRADC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 69 item potensi bahaya dan aspek lingkungan yang teridentifikasi dari aktivitas Departemen QHSE. Penilaian risiko awal menunjukkan bahwa 12 item (17,4%) berada pada kategori risiko tinggi, sedangkan sisanya berada pada kategori risiko sedang. Setelah penerapan pengendalian berdasarkan hierarki pengendalian risiko, terjadi penurunan tingkat risiko secara signifikan, di mana 62 item (89,85%) berada pada kategori risiko rendah dan 7 item (10,15%) berada pada kategori risiko sedang, tanpa adanya risiko tinggi yang tersisa. Sebagian besar risiko sisa berada pada kategori As Low as Reasonably Practicable (ALARP), yang menunjukkan bahwa risiko telah ditekan hingga tingkat yang dapat diterima melalui penerapan pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode EAIA-HIRADC efektif sebagai alat manajemen risiko terintegrasi dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan strategis dalam peningkatan kinerja QHSE di industri migas.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/81Pengaruh Variasi Kedalaman Potong terhadap Konsumsi Daya pada Mesin Drilling – Milling Material Baja dan Aluminium2026-01-22T10:04:31+07:00Agus Topo Subektipandusejati90@gmail.comSufiyantosufiyanto@stiteknas.ac.id<p>Dalam manufaktur modern, efisiensi energi dan produktivitas merupakan indikator penting keberhasilan proses produksi. Mesin drilling–milling yang menggabungkan operasi drilling dan milling banyak digunakan di bengkel kecil serta laboratorium pendidikan untuk menghasilkan komponen presisi. Parameter pemotongan yang dominan memengaruhi konsumsi daya adalah kedalaman potong, karena menentukan beban pemotongan, gaya potong, dan kestabilan proses. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi kedalaman potong terhadap konsumsi daya pada proses drilling dan milling menggunakan mesin drilling–milling konvensional di Laboratorium Teknik Mesin STITEKNAS Jambi. Pengujian menggunakan mata bor HSS Ø4 mm dan end mill HSS Ø4 mm pada putaran spindel 201 rpm dengan variasi kedalaman potong 1–5 mm. Daya aktual sebelum dan sesudah pembebanan diukur menggunakan wattmeter dan dibandingkan dengan daya teoritis berdasarkan perhitungan gaya potong dan kecepatan potong. Daya tanpa beban sebesar 198,4 W dan meningkat seiring kenaikan kedalaman potong. Pada drilling, daya rata-rata berbeban naik dari 199,3 W (1 mm) menjadi 208,1 W (5 mm) (≈4,4%) dengan maksimum 209,2 W. Pada milling, daya meningkat dari 204,4 W (1 mm) menjadi 212,4 W (5 mm) (≈3,9%), sedangkan daya teoritis berada pada rentang 204,84–229,1 W. Kedalaman potong 1–2 mm memberikan kompromi terbaik antara efisiensi energi dan kestabilan proses.</p> <p> </p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/88 Implementasi Lean Supply Chain Pada Sistem Procurement Terintegrasi Menggunakan Pendekatan Value Stream Mapping (VSM)2026-01-20T09:51:02+07:00Daumi Rahmatikadaumirahmatika2907@gmail.comSukma Mutia Rani daumirahmatika2907@gmail.comLilia Trisyathia Quentara2daumirahmatika2907@gmail.com<ol> <li>X membutuhkan proses <em>procurement </em>yang baik untuk mendukung proses produksinya. <em>Procurement </em>adalah kegiatan untuk mendapatkan barang dan jasa secara transparan, efektif dan efisien. Berdasarkan data historical tahun 2022, beberapa item <em>chemical </em>kategori CHMVM memiliki <em>lead time procurement </em>paling lama dan melewati batas target yang diberikan perusahaan yakni sebesar 29310 menit. Hal ini terkait dengan aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah yang menimbulkan <em>waste </em>dalam proses <em>procurement. </em>Penelitian dilakukan dengan pendekatan <em>value stream mapping </em>yakni dengan memetakan aliran fisik, informasi dan waktu yang diperlukan dalam proses serta mengidentifikasi aktivitas <em>Value Added </em>dan <em>Non Value Added </em>yang kemudian dilakukan rancangan <em>Future State Value Stream Mapping </em>dan diimplementasikan untuk perbaikan proses di <em>procurement</em>. Dalam penelitian ini jumlah <em>lead time </em>proses <em>procurement </em>pada <em>current state value stream mapping </em>yakni sebesar 29310 menit dan setelah dilakukan perancangan <em>future stream mapping</em>, <em>lead time </em>proses <em>procurement </em>berkurang menjadi 21450 menit.</li> </ol>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)