Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi <p><a title="Jurnal Teknik Mesin Dan Industri" href="http://jurnal.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/management/settings/context"><strong>Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI)</strong></a> adalah jurnal nasional yang mempublikasikan artikel ilmiah berupa hasil penelitian atau hasil kajian dalam bidang yang berhubungan dengan teknik mesin, teknik industri, sains dan teknologi. JuTMI diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Stiteknas) Jambi setiap dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.</p> en-US <p>Ini adalah halaman <label class="pkpFormFieldLabel" for="license-licenseTerms-control-en_US">License Terms</label><button class="tooltipButton has-tooltip" data-original-title="null" aria-hidden="true"></button></p> jutmi@stiteknas.ac.id (Vivi Apriyanti, S.T., M.T.) danangmulyadipasuratno@stiteknas.ac.id (Danang Mulyadipa Suratno, S.Kom., M.Kom) Tue, 11 Aug 2026 15:15:49 +0700 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Cacat Packing Produk Noodle Menggunakan SPC dan Fishbone https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/104 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat cacat pada proses <em>packing </em>produk <em>noodle</em> serta mengidentifikasi faktor penyebab dominan sebagai dasar usulan perbaikan kualitas. Objek penelitian adalah proses pengemasan sekunder berupa <em>packing </em>karton pada Divisi <em>Noodle</em> PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Jambi. Metode yang digunakan adalah <em>Statistical Process Control (</em>SPC) dengan peta kendali atribut P dan NP untuk mengetahui stabilitas proses, serta diagram <em>fishbone</em> untuk menganalisis akar penyebab cacat. Data diperoleh melalui 16 kali observasi terhadap lima jenis cacat, yaitu karton sobek, karton gelembung, kode tidak jelas, lakban lepas, dan karton tidak simetris. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh titik pengamatan masih berada dalam batas kendali, sehingga proses <em>packing </em>secara statistik berada dalam kondisi terkendali. Namun, cacat dominan masih ditemukan pada lakban lepas sebanyak 367 kejadian dan karton gelembung sebanyak 305 kejadian. Faktor penyebab utama berasal dari mesin, material, metode kerja, manusia, dan lingkungan. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada kalibrasi mesin lakban, peningkatan kualitas karton, pengaturan kecepatan kerja, serta pelatihan operator.</p> Danang Mulyadipa Suratno, Deri Misfanudin, Imam Bayhaqi Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/104 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700 Perancangan Struktur Produk, Operation Process Chart, dan Assembly Chart pada Pengembangan Mesin Pencetak Bio Briket Teknologi Tepat Guna https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/101 <p>Penelitian ini bertujuan merancang mesin pencetak bio briket berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai solusi pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit menjadi sumber energi alternatif terbarukan. Pendekatan teknik industri diterapkan melalui perancangan struktur produk untuk menggambarkan hubungan hierarkis antar komponen mesin sehingga memudahkan proses perakitan secara sistematis. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses pembuatan mesin, pengukuran waktu kerja menggunakan metode <em>Bill of Materials</em>, serta studi literatur. Struktur Produk, <em>Operation Process Chart</em> (OPC), dan <em>Assembly Chart</em> (AC) disusun untuk menggambarkan hubungan antar komponen, urutan proses produksi, serta tahapan perakitan mesin. Analisis waktu kerja dilakukan untuk menentukan waktu siklus yang diperlukan dalam proses pembuatan mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan Struktur Produk, OPC, dan AC mampu memberikan gambaran yang sistematis mengenai susunan komponen, alur proses produksi, dan tahapan perakitan mesin pencetak bio briket. Selain itu, hasil pengukuran waktu kerja mendukung perencanaan produksi yang lebih efisien serta berkontribusi pada pengembangan teknologi pemanfaatan biomassa lokal sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.</p> Masrizal Simatupang, Imam Bayhaqi, Daumi Rahmatika Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/101 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700 Karakterisasi Gaya Tekan Maksimum Limbah Botol Plastik Sebagai Dasar Perancangan Mesin Press Botol Plastik https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/106 <p>Limbah botol plastik memiliki volume yang besar dengan massa yang relatif ringan sehingga memerlukan proses pemadatan untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan dan transportasi menuju industri daur ulang. Perancangan mesin press yang optimal memerlukan informasi mengenai gaya tekan maksimum yang dibutuhkan oleh berbagai jenis limbah botol plastik. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi gaya tekan maksimum berbagai jenis limbah botol plastik sebagai dasar perancangan mesin press. Pengujian dilakukan terhadap lima jenis limbah botol plastik, yaitu gelas air mineral 220 mL berbahan <em>polypropylene</em> (PP), botol <em>polyethylene</em> <em>terephthalate</em> (PET) berkapasitas 330 mL, 600 mL, dan 1500 mL, serta botol oli berbahan <em>high</em> <em>density</em> <em>polyethylene</em> (HDPE). Setiap jenis botol diuji sebanyak sepuluh kali menggunakan alat uji tekan berbasis digital <em>force</em> <em>gauge</em> dengan pembebanan tekan statis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas <em>Shapiro–Wilk</em>, uji <em>homogenitas Levene</em>, dan analisis varians satu arah (<em>One-Way ANOVA</em>). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata gaya tekan maksimum sebesar 33,80 N, 59,78 N, 122,34 N, 253,18 N, dan 638,64 N untuk masing-masing jenis botol. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa jenis limbah botol plastik berpengaruh signifikan terhadap gaya tekan maksimum (p &lt; 0,05). Dengan faktor keamanan 1,5 diperoleh gaya desain sebesar 957,96 N yang dapat digunakan sebagai parameter awal dalam perancangan mesin press botol plastik.</p> <p> </p> Sufiyanto Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/106 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Kecepatan Aliran Udara pada Pengeringan Cabai Merah Menggunakan Rotary Dryer Dengan Burner Horizontal https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/108 <p>Pengeringan merupakan salah satu metode pascapanen utama untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas cabai merah. Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan aliran udara terhadap waktu pengeringan, penyusutan berat, dan kadar air akhir cabai merah yang dikeringkan menggunakan rotary dryer dengan burner horizontal sebagai sumber panas. Tiga variasi kecepatan aliran udara (2,5; 7,7; dan 15 m/s) diuji pada suhu konstan 70°C selama 3 jam, dengan pencatatan susut massa setiap interval 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan aliran udara mempercepat pengurangan kadar air: kadar air akhir menurun dari 27,3% pada 2,5 m/s menjadi 15,16% pada 7,7 m/s dan 9,1% pada 15 m/s, dengan laju pengeringan pada interval terakhir masing-masing sebesar 2,2; 2,7; dan 2,7 gram/menit. Cabai yang dikeringkan pada 15 m/s menghasilkan tekstur paling kering dengan warna merah yang lebih gelap, sedangkan kecepatan 7,7 m/s memberikan keseimbangan yang baik antara laju pengeringan dan tampilan produk (tekstur kering, warna merah cerah). Dibandingkan dengan pengeringan alami menggunakan sinar matahari yang membutuhkan waktu 5–7 hari, rotary dryer dengan burner horizontal mampu memangkas waktu pengeringan menjadi hanya 3 jam. Temuan ini menunjukkan bahwa kecepatan aliran udara 15 m/s memberikan kinerja pengeringan tercepat dan paling efektif di antara kondisi yang diuji, sekaligus menjadi alternatif praktis bagi petani dan industri pengolahan cabai skala kecil</p> Syamsuri Sufi; Vivi Apriyanti; Marfizal, Erna Rahayu Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/108 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700 Analisis Torsi Mesin Wikoking WK 200 7.00 HP di Stiteknas Jambi https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/103 <p>Penelitian ini menganalisis torsi teoretis pada sistem transmisi puli dan V-belt yang digerakkan oleh mesin Wikoking WK 200 7,00 HP di Workshop Teknik Mesin STITEKNAS Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental-deskriptif melalui pengukuran diameter puli dengan jangka sorong dan pemantauan putaran menggunakan takometer digital. Putaran keluaran ditentukan berdasarkan rasio diameter puli, sedangkan torsi dihitung dari hubungan antara daya tertera dan putaran. Analisis mengasumsikan daya maksimum mesin sebesar 7 HP (5.219,9 W) tersedia pada setiap variasi putaran dan belum memperhitungkan rugi-rugi mekanis; oleh karena itu, nilai torsi yang diperoleh merupakan estimasi batas atas secara teoretis, bukan hasil pengukuran langsung menggunakan dinamometer. Rasio puli 0,50 menurunkan putaran keluaran dari putaran penggerak 1.000-2.300 rpm menjadi 500-1.150 rpm. Torsi hasil perhitungan menurun dari 99,743 N·m menjadi 43,367 N·m ketika putaran keluaran meningkat. Hasil ini menegaskan hubungan berbanding terbalik antara torsi dan putaran pada daya yang diasumsikan konstan serta menunjukkan pentingnya pemilihan diameter puli sesuai kebutuhan kecepatan dan torsi.</p> Agus Topo Subekti Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/103 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700 Analisis Durasi Waktu Perebusan Terhadap USB (Unstripped Bunch) pada Stasiun Sterilizer di Pabrik Kelapa Sawit https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/105 <p>Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) luas perkebunan kelapa sawit mencapai 16,01 juta hektar dengan produksi minyak sawit 45,44 juta ton. Hal tersebut membuat negara Indonesia dikenal sebagai negara dengan penghasil devisa terbesar melalui komoditas kelapa sawit terluas di dunia sehingga komoditas ini merupakan salah satu sektor bisnis yang menjanjikan baik bagi pemerintahan maupun perusahaan swasta. Besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan efisiensi proses pengolahan agar losses yang terjadi, khususnya losses Unstripped Bunch (USB) pada stasiun sterilizer, dapat ditekan seminimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis kemungkinan penyebab <em>losses</em> pada stasiun perebusan. Persentases <em>losses</em> USB pada mesin sterilizer dianalisa dengan prosedur pengamatan secara langsung yang dilakukan pada mesin <em>conveyor empty bunth</em>. Sampel diambil dari mesin thresher dengan 3 kali pengamatan dan 3 mesin perebusan yang berbeda. Hasil dari pengamatan tersebut didapatkan USB sebesar 1,42 %, 1,71 % dan 1,99 % dengan waktu perebusan 90 menit, 85 menit dan 80 menit. Hal tersebut berarti bahwa variasi lama perebusan berpengaruh terhadap jumlah USB, semakin singkat waktu perebusan maka jumlah USB yang dihasilkan semakin meningkat pula dan semakin lama waktu perebusan maka semakin sedikit USB yang dihasilkan.</p> Sela Handayani Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/105 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700 Analisis Masalah Kualitas Kemasan Karton Gelombang dengan Fishbone Diagram https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/109 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan kualitas pada industri Kemasan Karton Gelombang (KKG) melalui identifikasi akar penyebab yang memengaruhi proses produksi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis <strong>Fishbone Diagram</strong> dengan pengelompokan penyebab berdasarkan konsep <strong>5M+1I</strong>, yaitu <em>Material, Machine, Method, Man,</em> dan <em>Information</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas KKG dipengaruhi oleh variasi kualitas bahan baku, kondisi dan pengaturan mesin, ketidakkonsistenan metode kerja, kompetensi operator, serta akurasi informasi produksi. Analisis dengan <em>Fishbone </em>diagram memberikan gambaran hubungan sebab-akibat secara sistematis sehingga memudahkan perusahaan dalam menentukan prioritas perbaikan dan tindakan pencegahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas KKG memerlukan pengendalian proses yang terintegrasi melalui perbaikan kualitas material, keandalan mesin, standarisasi metode kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengelolaan informasi yang akurat untuk mendukung produktivitas, efisiensi, dan kepuasan pelanggan.</p> <p>Kata kunci: Kemasan Karton Gelombang (KKG), Fishbone Diagram, 5M+1I</p> Lilia Quentara Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Mesin dan Industri (JuTMI) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jutmi.stiteknas.ac.id/index.php/jutmi/article/view/109 Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0700